darulmaarif.net – Indramayu, 25 Mei 2026 | 10.00 WIB
Pewarta: Ust. M. Ibnu Riziq, S.Pd.
Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus menjadi perhatian pemerintah. Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 pada 22–23 Mei 2026 di Aston Pasteur Hotel, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 perwakilan sekolah tingkat SMP dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang transformasi digital pendidikan yang mendorong sekolah untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah satu sekolah yang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan bergengsi tersebut adalah SMP NU Darul Ma’arif Kaplongan, Indramayu. Kehadiran para guru dalam BIMTEK ini menjadi bukti komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi dan pembelajaran modern.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi penting seputar digitalisasi pembelajaran, mulai dari pemanfaatan kelas cerdasoptimalisasi perangkat digital bantuan Direktorat SMP, hingga penerapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses belajar mengajar.
Guru SMP NU Darul Ma’arif Kaplongan, Mohammad Ibnu Riziq, S.Pd., yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa BIMTEK ini memberikan wawasan baru bagi para pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital.

Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran interaktif, penggunaan Learning Management System (LMS), hingga penerapan AI untuk menunjang kreativitas guru dalam mengajar.
“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami sebagai pendidik. Tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana membuat media pembelajaran interaktif, video pembelajaran berbasis AI, hingga penyusunan pembelajaran digital yang lebih menarik dan efektif,” ujarnya.
Ia juga berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta minat belajar peserta didik di era digital saat ini.
Pelaksanaan BIMTEK sendiri dilakukan melalui dua metode, yaitu daring dan luring. Sesi daring yang berlangsung pada 21 Mei 2026 membahas kebijakan digitalisasi pendidikan serta penerapan kelas cerdas dalam pembelajaran. Sedangkan sesi luring menghadirkan berbagai pelatihan teknis seperti perawatan perangkat digital, implementasi TPACK dalam pembelajaran mendalam, praktik microteachinghingga pembuatan LMS sederhana.

Tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan teknologi guru, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Partisipasi SMP NU Darul Ma’arif Kaplongan dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam mempersiapkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di era digital dan perkembangan teknologi modern.
Dengan semangat transformasi pendidikan, SMP NU Darul Ma’arif Kaplongan terus berupaya menghadirkan sistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren dan akhlakul karimah.
Pendaftaran Santri Baru Masih Dibuka
Bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu masih membuka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan perpaduan pendidikan agama, akademik, dan penguatan teknologi digital, Darul Ma’arif hadir sebagai pilihan tepat untuk mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui panitia PSB Pondok Pesantren Darul Ma’arif Kaplongan atau melalui website resmi pesantren.
Semoga bermanfaat.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.