Selamat datang bulan Rajab, inilah keistimewaan dan kemuliaan bagi umat Islam

darulmaarif.net – Indramayu, 21 Desember 2025 | 09.00 WIB

Menyambut datangnya Bulan Rajab 1447 Hijriahumat Islam kembali diingatkan pada salah satu bulan mulia (asyhurul hurum) yang penuh keberkahan, ampunan, dan peluang pahala yang berlipat ganda. Rajab bukan sekadar penanda waktu dalam penanggalan Hijriah, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan hati menyambut Ramadhan. Di bulan yang dimuliakan Allah SWT ini, sejarah yang luar biasa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat bahwa setelah kesedihan selalu ada kemuliaan. Karena itu, Rajab sering dijadikan waktu terbaik untuk berdzikir, berdoa, berpuasa, dan bersedekah, sekaligus menjadi bulan awal menanam kebaikan sebelum panen amal di bulan Ramadhan.

Berdasarkan Putusan Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU Se Indonesia, 1 Rajab 1447 H tahun 2025 M jatuh bertepatan pada hari Sabtu Pon, 22 Desember 2025 M. Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Berbagai amalan dapat dilakukan di bulan Rajab, termasuk kemuliaan dan keistimewaan bulan Rajab dibanding bulan-bulan lainnya dalam kalender Hijriyah.

Bagi umat Islam, Islam adalah agama yang penuh kemuliaan, karena Allah SWT sendiri telah menetapkan beberapa keagungan bulan Haram (Suci), dan di antara bulan-bulan yang dimuliakan Allah adalah Rajab.

Allah SWT menetapkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan mulia bukan tanpa alasan, melainkan karena pada bulan Rajab itulah terjadi peristiwa Isra Mi’raj yang merupakan salah satu peristiwa penting bagi Baginda Rasulullah SAW, dimana sebelum Isra Mi’raj merupakan ‘amul huzn (tahun kesedihan) bagi Rasulullah SAW. Ketika Baginda Nabi Muhammad SAW diliputi kesedihan, beliau kehilangan umat yang dicintainya dan mendapat tekanan dari kaum kafir Quraisy. Dan dengan peristiwa Isra Mi’raj tersebut, Allah SWT mengangkat derajat Nabi sekaligus sebagai wujud penghormatan dan pengakuan atas kesabaran dan perjuangan Yang Mulia dalam menyebarkan ajaran Islam di tengah tekanan dan penindasan yang tiada henti dari kaum kafir Quraisy.

Dan demi keagungan bulan ini, Allah Swt menganjurkan hamba-hambanya untuk mengingat dan berdoa, berpuasa dan memperbanyak amal di bulan suci ini, dan bagi siapapun yang mengamalkannya, Allah Swt menjanjikan pahala yang berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Bulan Rajab termasuk dalam daftar bulan haram alias bulan mulia, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

Jumlah bulan di sisi Tuhan adalah dua belas bulan dalam Kitab Tuhan pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan suci.

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diharamkan.” (QS At-Taubah Ayat 36)

Bulan yang diharamkan adalah empat bulan suci di luar Ramadhan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Keutamaan bulan Rajab

Di antara keutamaan bulan Rajab adalah malam Rajab merupakan salah satu malam yang paling baik untuk shalat sebagaimana ditegaskan Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm sebagai berikut:

Kami telah mendengar bahwa difirmankan: Doa dikabulkan pada lima malam: pada malam Jumat, malam Al-Adha, malam Al-Fitri, dan malam pertama… Rajab, dan malam pertengahan Sya`ban.

Artinya: “Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada 5 malam: malam Jumat, malam hari raya Iedul Adha, malam hari raya Iedul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”

Imam Dzun Nun Al-Mishry berkata:

Rajab adalah bulan menanam, Syaban adalah bulan menyiram, dan Ramadhan adalah bulan memanen

Artinya: “Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban adalah bulan menyiram, dan Ramadhan adalah bulan memanen.”

Setiap orang menuai apa yang dia tabur. Barangsiapa menyia-nyiakan hasil panennya, maka ia akan menyesalinya pada hari panen

“Setiap orang akan mengunduh atas apa yang ia tanam. Barangsiapa yang menyiakan tanamannya, ia akan menyesal saat hari panen itu datang.”

Pada bulan Rajab sebagai bulan menanam ini, jangan sampai kita menanam sebuah keburukan. Minimal, jika kita tidak bisa menanam hal yang besar kita bisa memulai dari hal yang kecil seperti membantu atau memberi senyuman kepada orang lain, setidaknya jangan sampai kita merugikan orang lain, dan sebisa mungkin kita tidak menyakiti siapapun, mari semua itu kita lakukan pada bulan Rajab yang mulia.

Amalan bulan Rajab :

  1. Membaca Doa Saat Memasuki Awal Bulan Rajab

Pada nulan Rajab sebaiknya umat Islam menyambutnya dengan sejumlah amalan, seperti berdzikir atau berdoa. Adapun doa yang dibaca Rosululloh Saw saat memasuki bulan Rajab adalah:

Ya Tuhan, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya`ban dan semoga kami dapat mencapai Ramadhan.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan temui kami di bulan Ramadhan (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadis, Kairo, Mesir)

Tak hanya itu, Syekh Abdul Qodir Al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah meriwayatkan, Sayyidina Ali karramallahu wajhah mempersiapkan diri untuk ibadah yang intens pada empat malam dalam setahun.

Ali radhiyallahu ‘anhu, biasa mengabdikan dirinya untuk beribadah pada empat malam dalam setahun, yaitu malam pertama Rajab, malam berbuka, dan malam Al-Adha, dan malam pertengahan Sya’ban. Di antara doa-doanya di dalamnya adalah:

Artinya: “Sayyidina Ali Karomallohu Wajhah memfokuskan dirinya untuk beribadah dalam empat malam dalam satu tahun, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan malam Nishfu Sya’ban.

  1. Puasa Rajab

Sunnah puasa di bulan Rajab sudah tercantum dalam hadits yang menganjurkan puasa di bulan haram. Dan telah diketahui bahwa Rajab merupakan salah satu bulan yang diharamkan, bahkan tergolong bulan yang paling mulia di antara bulan-bulan yang diharamkan. Seperti dalam hadits Abi Daud, Ibnu Majah dan lain-lain:

Atas wewenang Al-Bahili, aku mendatangi Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata, “Ya Rasulullah, akulah orang yang datang kepadamu pada tahun pertama.” Dia berkata, “Ada apa denganku ketika aku melihat tubuhmu kurus?” Dia berkata, “Wahai Rasulullah, aku belum makan.” Pada siang hari, saya tidak memakannya kecuali pada malam hari. Dia berkata, “Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu sendiri?” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku lebih kuat.” Beliau bersabda, “Puasa, bulan kesabaran, dan tiga hari setelahnya.” Bulan-bulan terpanas

Artinya: “Dari al-Bahili, aku datang kepada Rasulullah, dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, akulah orang yang datang kepadamu tahun lalu.’ Rasulullah menjawab, ‘Saya melihat tubuhmu semakin kurus.’ Beliau menjawab, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak makan di siang hari, aku hanya makan di malam hari.’ Rasulullah bertanya, ‘Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu sendiri?’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku sungguh kuat (puasa).’ Rasulullah bersabda, “Puasa di bulan kesabaran dan tiga hari setelahnya, puasa di bulan mulia.

  1. Berikan sedekah

Di bulan Rajab ini juga dijadikan momentum bagi umat Islam untuk beramal di bulan Rajab dengan pahala yang berlipat ganda.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Atas wewenang Uqba, atas wewenang Salama bin Qais, yang mengaitkannya dengan Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda: Barangsiapa bersedekah di bulan Rajab, maka Allah akan menjauhkannya dari Neraka, seperti sebesar burung gagak yang menerbangkan anak ayam dari sarangnya di udara hingga mati karena usia tua. Dikatakan bahwa burung gagak hidup selama lima ratus tahun

Artinya: “Barang siapa bersedekan di bulan Rajab, maka Alloh akan menjauhkannya dari api neraka sejauh jarak tempuh burung gagak yang terbang bebas dari sarangnya hingga mati karena tua. Menurut sebagian pendapat, umur burung gagak mencapai lima ratus tahun.”

Oleh karena itu, hendaknya umat Islam menjadikan bulan Rajab sebagai sarana berzikir dan berdoa, berpuasa, serta memperbanyak amal kepada yang membutuhkan.

Itulah keutamaan dan keistimewaan bulan Rajab beserta amalan yang bisa dilakukan umat Islam di bulan Rajab.

Semoga bermanfaat. Wallohu a’lam.


News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Download Film

A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.