darulmaarif.net – Indramayu, 24 Juni 2026 | 09.00 WIB
Pewarta: Ust. Maryam Aisatul Fuziah
Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dan memperbarui cara mengajar. Menjawab tantangan tersebut, SMP NU Darul Ma’arif Kaplongan Indramayu menggelar kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ust. Muhammad Ibnu Riziq, S.Pdyang memberikan pendampingan terkait pemanfaatan perangkat digital, media pembelajaran interaktif, hingga strategi integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar.
Pelatihan ini berawal dari kebutuhan untuk membekali guru dalam penggunaan teknologi digital sebagai media pembelajaran interaktif, sekaligus mendukung penyusunan rencana pembelajaran mendalam (deep learning) di lingkungan SMP NU Darul Ma’arif.
Memahami Arah Kebijakan Digitalisasi Pendidikan
Dalam kegiatan tersebut, para guru diajak memahami terlebih dahulu kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait digitalisasi pembelajaran.
Digitalisasi pendidikan bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi di ruang kelas, tetapi bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kreativitas guru, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.
Guru diberikan pemahaman bahwa transformasi pendidikan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, terutama pendidik yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan metode pembelajaran yang tepat.
Tidak Hanya Menggunakan, Tetapi Juga Mengelola Teknologi
Salah satu bagian penting dalam pelatihan ini adalah pengenalan terhadap pengelolaan peralatan digitalisasi pembelajaran.
Para guru tidak hanya belajar menggunakan perangkat, tetapi juga memahami bagaimana melakukan perawatan, pemeliharaan, troubleshooting ketika terjadi kendala, hingga sistem pengamanan dan penyimpanan perangkat agar dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang.
Hal ini menjadi bagian penting agar fasilitas digital yang tersedia tidak hanya menjadi alat pendukung, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya pembelajaran di sekolah.
Implementasi TPACK untuk Pembelajaran Mendalam
Materi lain yang menjadi perhatian adalah penerapan konsep TPACK (Pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi) dalam pembelajaran.
Konsep ini menekankan bahwa guru perlu memiliki kemampuan menggabungkan tiga unsur utama, yaitu teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi tidak digunakan sekadar sebagai pelengkap, tetapi menjadi sarana untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.
Guru diarahkan untuk mampu merancang pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital sesuai karakter materi dan kebutuhan peserta didik.
Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif
Dalam pelatihan ini, peserta juga diperkenalkan dengan pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) serta pemanfaatan berbagai platform digital, termasuk Ruang Murid Kemendikdasmen.
Melalui media pembelajaran interaktif, guru dapat menghadirkan proses belajar yang lebih variatif, tidak monoton, serta mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami materi.
Pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada penyampaian informasi, tetapi berkembang menjadi proses yang mendorong siswa untuk aktif, berpikir kritis, dan kreatif.
Langkah Maju Menuju Pendidikan yang Lebih Adaptif
Pelatihan digitalisasi pembelajaran ini menjadi bagian dari ikhtiar SMP NU Darul Ma’arif untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Perubahan zaman menuntut lembaga pendidikan untuk tidak berhenti pada pola pembelajaran sebelumnya, tetapi terus bergerak mencari inovasi baru.
Melalui penguatan kompetensi digital guru, diharapkan proses perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih mudah, efektif, dan sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.
Sebab, guru masa kini tidak hanya dituntut mampu menyampaikan ilmu, namun juga mampu menyajikan pengalaman belajar yang relevan dengan dunia yang selalu berubah.
Dengan semangat beradaptasi dan terus belajar, SMP NU Darul Ma’arif berupaya melangkah lebih maju, menghadirkan pendidikan yang menggabungkan nilai pesantren, kualitas akademik, dan kemajuan teknologi digital untuk mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan.
Semoga bermanfaat.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.