darulmaarif.net – Indramayu, 18 Desember 2025 | 09.00 WIB
Pewarta: Ust. Moh. Ibnu Riziq, S.Pd.
Ziarah Wali Songo yang diikuti santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif bukan sekadar perjalanan religi, melainkan pengalaman hidup yang penuh cerita, tawa, refleksi, dan kenangan tak terlupakan. Dari doa khusyuk di makam para wali hingga dinamika perjalanan di dalam bus, setiap momen menghadirkan kesan mendalam bagi para santri.
Perjalanan panjang lintas kota justru menjadi ruang kebersamaan yang hangat. Santri belajar bersabar, saling membantu, dan menikmati proses, sembari menapaki jejak para wali yang dahulu berdakwah dengan kesederhanaan dan ketulusan.
Niki Nuralindahsalah satu santri putri, mengaku ziarah ini membuatnya merasakan campuran antara haru dan bahagia.
“Capek iya, tapi pas sampai makam wali rasanya langsung adem. Apalagi kalau sudah doa bareng, ngantuknya langsung hilang,” ujarnya sambil tersenyum.
Pengalaman serupa dirasakan Aqila Salmayang justru menemukan momen unik selama perjalanan.
“Paling efektif di dalam bus. Ada yang belajar, ada yang tidur, ada yang nyanyi lirih. Serasa sekeluarga besar bersenang-senang,” katanya.
Sementara itu, Lisana Aulia mengaku ziarah ini membuatnya semakin memahami makna perjuangan para wali.
“Kalau lihat langsung makam dan ceritanya, jadi mikir, dulu mereka dakwah tanpa fasilitas. Kita sekarang enak, masa malas ngaji,” tuturnya, disambut anggukan teman-temannya.
Tak hanya santri putri, santri putra pun menyimpan cerita menarik. Abidzar Al-Ghifari menyebut ziarah Wali Songo sebagai perjalanan penuh pelajaran dan kejutan.
“Baru kali ini doa sambil nahan lapar dan kantuk. Tapi justru di situ lucunya, jadi ingat kalau ibadah itu butuh perjuangan,” ujarnya dengan nada santai.
Keseruan juga dirasakan Ahza Athalla Musyaffaterutama saat momen kebersamaan di sela perjalanan.
“Yang paling seru itu kompaknya. Ada yang bangunin buat sholat, ada yang bagi snack. Capeknya jadi nggak kerasa,” katanya.
Sementara Ambar Huda menutup cerita dengan efek sederhana namun bermakna.
“Ziarah ini bikin hati tenang. Pulangnya badan pegal, tapi pikiran lebih ringan. Rasanya pengin ikut lagi kalau ada,” ucapnya sambil tertawa kecil.
Beragam pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa ziarah Wali Songo bukan hanya tentang kunjungan ke makam para wali, tetapi juga tentang proses pembentukan karakter, kedewasaan, dan kebersamaan. Santri belajar bahwa perjalanan spiritual selalu berjalan seiring dengan perjalanan emosional dan sosial.
Melalui kegiatan ini, santri tidak hanya belajar sejarah Islam Nusantara, tetapi juga belajar tentang diri mereka sendiri—tentang kesabaran, kebersamaan, dan makna perjalanan dalam menuntut ilmu. Ziarah Wali Songo pun bukan sekadar dikenang sebagai perjalanan religi, melainkan sebagai pengalaman hidup yang membekas dan membentuk kepribadian santri.
Dengan menghadirkan kegiatan yang memadukan spiritualitas, edukasi, dan kebersamaan, Pondok Pesantren Darul Ma’arif terus berkomitmen mencetak generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Ziarah Wali Songo menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan pesantren adalah proses hidup yang dialami, dirasakan, dan dihayati bersama.
A gaming center is a dedicated space where people come together to play video games, whether on PCs, consoles, or arcade machines. These centers can offer a range of services, from casual gaming sessions to competitive tournaments.